Tren Kekinian Tahun 2017 di Kalangan Wisatawan

Semakin tahun, semakin ada saja tren-tren berwisata. sudah banyak sekali prediksi soal konsep liburan para wisatawan dunia. Dari liburan hipster sampai pilihan pariwisata yang baru. kami pun merangkum perkiraan tren wisata Berikut trennya:

  1. Liburan hipster. Hipster adalah fenomena masyarakat yang suka dengan pakaian, musik, makanan, dan kegiatan yang anti mainstream. Soal berwisata, banyak pula yang mengatakan liburan hipster. Berarti, mereka berangkat traveling ke tempat-tempat yang terbaru dan belum terjamah. Contohnya begini, jika orang-orang berwisata ke Bali biasanya pergi ke Pantai Kuta, maka wisatawan tidak. Mereka mungkin lebih memilih ke Bali sebelah barat atau utara misalnya Buleleng maupun ke Jembrana. Pokoknya, tidak berwisata ke destinasi yang sudah populer. Hal-hal tersebut, sebetulnya berdampak bagus untuk kota-kota atau negara-negara yang didatangi turis hipster. Sebab, mereka menjadikan terkenal suatu pilihan baru.
  2. Babymoon. Babymoon, yang berarti para wanita hamil yang jalan2 liburan sepertinya akan jadi tren wisata di tahun-tahun yang akan datang. Sebetulnya, babymoon sangat banyak dikerjakan wisatawan di tahun ini. tetapi sepertinya, tahun depan pasti lebih banyak lagi. Tentu, makin banyak artis dunia yang melakukan babymoon. Di Indonesia seperti, yang terhangat yakni pasangan artis Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morscheck yang traveling ke Maladewa.
  3. Korea Utara makin terbuka?. Secara perlahan tapi pasti, Korea Utara mulai terbuka untuk turis. Tak cuma tanpa sebab, di tahun 2015 saja telah banyak fotografer yang jalan2 ke sana dan mendapatkan kemudahan izin rekreasi. Aram Pan, wisatawan sekaligus fotografer asal Singapura pengunggahan berbagai foto-foto kehidupan masyarakat Korea Utara. Dia mendapatkan izin dari pemerintah disana untuk memotret sejumlah tempat. Begitu pula dengan Mindy Tan, wisatawan yang mengabadikan view stasiun kereta dalam tanah di sana. Korea Utara pun punya acara ‘Run The Pyongyang Marathon’. Laga lari maraton yang bisa disertai turis untuk mengitari Kota Pyongyang.
  4. Tongsis senjata beladiri traveler. Akademi beladiri M-Profi Martial Arts Centre di Moskow, Rusia membuat heboh. Karena, mereka membuat beladiri terbaru yaitu bertarung dengan menggunakan tongsis! Instruktur dari M-Profi ready untuk mengajari wisatawan cara menggunakan tongsis menjadi alat buat bela diri. Instruktur itu sendiri akan mengajari jurus kesenian bela diri kuno dari Jepang yang diberinama dengan Okinawa Tonfa yang sudah diupdate. Metode tersebut akan menggunakan tongsis yang telah diatur jarak panjang menjadi senjata utama untuk menghadapi penjahat. Teknik perlindungan diri ini ingin diajarkan oleh para instruktur yang professional. Cukup 15 menit saja, wisatawan sudah bisa mendalami teknik-teknik awal beladiri dengan menggunakan tongsis menjadi senjatanya. Tongsis dinilai menjadi peralatan wisata yang cocok dipergunakan untuk membela diri ketika berjumpa para penjahat. Jika dimanfaatkan dengan tepat dan benar, lumayan untuk membuat penjahat ko.
  5. Traveler lebih peduli keselamatan. Di tahun 2015, ada sederetan kabar duka bagi traveling Indonesia. Beberapa wisatawan tewas ketika sedang melakukan rekreasi semacam mendaki gunung (di Merapi) dan juga snorkeling di lautan. Oleh sebab itu, diyakini kalau traveler setingkat lebih peduli akan keselamatan. Pemerintahan di tiap daerah pun makin tegas, seperti dilarang mendaki puncak gunung, menambah CCTV dan memberikan pengumuman terkait cuaca yang ekstrim. Ayo, lebih utamakan keselamatan saat berlibur!